Rabu, 13 April 2011

Mistisisme dalam Islam
Oleh ; Mohammad Thoriqul Huda

A. Latar Belakang
Misitisisme merupakan hal yang berkembang dalam kehidupan masyarakat beragama, baik dalam islam, kristen maupun Budha, meskipun dalam ajaran ajaran agama tidak dijelaskan secara rinci akan tetapi realita di masyarakat tentang prosesi mistik masih berlaku, dalam istilah islam mistis disebut juga dengan Sufisme atau faham sufi, sedangkan dalam agama kristen mistisisme dikenal juga dengan sebutan asketisme.
Pembahasan mistisisme selanjutnya berkembang dalam kehidupan masyarakat beragama, yang mana dari mereka kebanyakan mempunyai satu tujuan yang sama yakni menyatu dengan tuhan atau dalam islam dikenal dengan sebutan Wahdatul Wujud, sehingga penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana konsep mistisisme dalam agama islam, karena islam merupakan agama yang pemeluknya mencapai kateori mayoritas sehingga beragam realita kehidupan keagamaan menyertai ajaran agama islam seiring dengan berkembangnya zaman.

B. Pengertian Mistis
Sebelum lebih lanjut membahas tentang pengertian Mistis itu sendiri, Secara tata bahasa, kata mistisisme (mysticism) merupakan gabungan antara kata mistik (mystic) dengan imbuhan isme yang menyatakan paham (ajaran), sehingga mistisisme memiliki makna paham (ajaran) tentang mistik. Sedangkan kata mistis merupakan gabungan antara kata mistik dengan imbuhan is yang menyatakan sifat, sehingga misitis memiliki makna bersifat mistik.
Definisi mistik dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah: Subsistem yang ada dalam hampir semua agama dan sistem religi untuk memenuhi hasrat manusia mengalami dan merasakan emosi bersatu dengan Tuhan; tasawuf ; suluk ; hal gaib yang tidak terjangkau dengan akal manusia biasa.
Menurut ensiklopedia nasional Indonesia, mistik adalah sutu proses yang bertujuan memenuhi keinginan atau hasrat manusia untuk mengalami dan merasakan bersatunya emosi dengan Tuhan atau kekuatan transenden lainnya. Adapun definisi mistisisme dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah: ajaran yang menyatakan bahwa ada hal-hal yang tidak terjangkau oleh akal manusia.
Sedangkan dalam ensiklopedia nasional Indonesia, Mistisisme berasal dari kata Yunani myein menutup mata seseorang, adalah sejenis pengalaman batin yang tidak dapat diduga, khususnya dengan hubungan dalam dunia religius. Walaupun cukup dikenal, mistisisme sangat sulit dijelaskan dalam suatu definisi sederhana, tanpa menimbulkan konflik, tanpa membuat interpretasi dan penilaian. Padahal pemahaman mistisisme sendiri sangat variable, bahkan sering bertentangan.
Menurut ensiklopedia nasional Indonesia, mistik adalah sutu proses yang bertujuan memenuhi keinginan atau hasrat manusia untuk mengalami dan merasakan bersatunya emosi dengan Tuhan atau kekuatan transenden , Annemarie Schimmel dalam Mystical Dimension of Islam (1975) mendefinisikan mistik sebagai cinta kepada Yang Mutlak, sebab kekuatan yang memisahkan mistik sejati dari sekadar asketisme adalah cinta. Cinta ilahi membuat si pencari mampu menyandang, bahkan menikmati, segala sakit dan penderitaan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya untuk mengujinya dan memurnikan jiwanya. Cinta ilahi bisa mengantarkan jiwa sang mistikus ke Hadirat Ilahi “bagaikan elang yang membawa mangsanya,” yakni memisahkannya dari segala yang tercipta dalam ruang dan waktu. Annemarie Schimmel juga menyatakan bahwa mistik adalah arus besar kerohanian yang mengalir dalam semua agama. Di dalam Islam aspek mistik itu dikenal dengan nama tasawuf atau sufisme , mrnurut Fitjof Schuon Mistisisme dalam suatu agama adalah aspek esoteris (bathin), sisi dalam atau inti yang menjadi fundamen atas semua laku ibadat atau ritual lahiriah., Fritjof Schuon, dalam karya The Trancendental Unity of Religions. Ia menyatakan bahwa dalam inti agama-agama terdapat satu kesatuan yang bersifat moral, teologis, metafisik dalam arti yang sebenar-benarnya. Dan guna melihat titik temu tersebut, tidak cukup hanya melihat agama dari sisi luar, pada dimensi eksotorisnya saja, melainkan perlu menghayati sampai kepada sisi terdalamnya.

C. Mistis Dalam Agama Islam
Mistisisme dalam islam diberi nama Tasawwuf dan oleh kaum orientalis barat disebut sufisme. Kata fufisme dalam istilah orientalis barat dipakai untuk mistisisme islam Sufisme tidak dipakai untuk mistisisme yang terdapat diagama-agama lain. Tujuan dari tasawuf itu sendiri ialah untuk memperoleh hubungan langsung dengan tuhan, menyatu dengan tuhan dan seseorang itu menyadaria akan kehadirat tuhan. Dan intisarinya ialah menyadari akan adanya tuhan dapat berkomunikasi dan berdialog antara roh manusia dan tuhan dan biasanya dilakukan dengan kontemplasi atau mengasingkan diri. Dan dalam islam kesadaran dengan tuhan itu dapat juga dinamakan dengan ittihad yaitu bersatu dengan Tuhan. Sedangkan Tasawuf adalah suatu ilmu penegtahuan yang mempelajari bagaimana cara dan jalan seorang manusia supaya dapat lebih memdekatkan diri dengan Tuhan yaitu Alloh Swt .
Mistisisme ini muncul sebagai pemberontakan jiwa, dalam diri orang-orang yang benar-benar berpikiran ruhaniah, yang menentang formalitas agama dan juga kejumudan agama, yang selanjutnya terpengaruh oleh perasaan bahwa manusia bisa menjalin sebuah hubungan langsung dengan Tuhan, yang tidak boleh dianggap sebagai Dzat Penguasa Penuh Kuasa yang berjarak atas takdir-takdir manusia, tetapi sebagai Sahabat dan Kekasih Jiwa. Kaum mistikus memiliki hasrat mengenal Tuhan, sehingga mereka bisa mencintai-Nya, dan telah percaya bahwa jiwa dapat menerima: wahyu Tuhan, melalui sebuah pengalaman religius langsung – bukan melalui indera-indera atau kecerdasan – dan, dengan cara ini, memasuki keintiman dengan-Nya.
Mereka percaya bahwa manusia dapat memiliki pengalaman ini, pastilah ada dalam dirinya satu bagian dari Sifat Ilahiah, bahwa jiwa diciptakan untuk mencerminkan Kemegahan Tuhan, dan segala sesuatu ambil bagian dalam kehidupan Tuhan. Tetapi kaum mistikus mengajarkan bahwa tak satu jiwa pun memiliki pengalaman langsung dengan Tuhan, kecuali dengan penjernihan dari dalam diri; pembersihan jiwa dari kecintaan pada diri sendiri dan dari hawa nafsu adalah bagian mendasar bagi mereka yang hendak mencapai Kebajikan dan Penglihatan Tuhan, demi kesempurnaan Kehidupan Abadi, yang mereka percaya dapat dicapai sekarang, adalah untuk melihat Tuhan dalam Dzat-Nya. Keakuan dapat ditaklukkan dengan dukungan sebuah cinta yang lebih besar daripada kecintaan-diri, dan karenanya kaum mistikus telah menjadi kekasih-kekasih Tuhan, yang mencari penyempurnaan cinta mereka dalam penyatuan dengan Sang Kekasih .

D. Sejarah Mistis Dalam Agama Islam
Ada beberapa teori yang membahas tentang awal munculnya aliran-aliran tasawwuf ini atau mistisisme dalam agama islam juga berbeda-beda.
1. Pengaruh Kristiani dengan paham mengetahui dan hidup mengasingkan diri dalam biara-biara. Dalam literatur Arab memang terdapat tulisan-tulisan tentang rahib-rahib yang mengasingkan diri di padang pasir Arabia. Mereka menggunakan kemah yang sederhana digunakan untuk berlindung diri sendiri dan bagi orang yang yang perlu perlindungan ketika kemalaman dan dan lampu yang mereka pasang dipergunakan bagi kafilah-kafilah yang lalu, mereka juga memberi makan bagi musyafir-musyafir yang kelaparan. Sufi Islam meninggalkan dunia, memilih hidup sederhana dan mengasingkan diri adalah atas pengaruh cara hidup rahib-rahib umat kristiani ini.
2. Falasafat mistik pythagoras yang berpendapat bahwa roh manusia bersifat kekal dan berada di dunia sebagai orang asing. Badan jasmani merupakan penjara bagi roh. Kesenangan roh yang sebenarnya ialah dialam samawi. Ketika menginginkan kesenangan samawi, manusia harus bisa mencapai Zhud( membersihkan Roh dan meninggalkan hidup materi) untuk melanjutkan berkontemplasi,dan ini jugalah yang mempengaruhi timbulnya Zhud dan sufisme dalam Islam.
3. Falsafat emanasi plotinus yang mengatakan bahwa wujud ini memancar dari zat Tuhan Yang Maha Esa. Roh berasal dari Tuhan dan akan kembali keTuhan, tetapi ketika Roh sudah masuk kealam materi, Roh itu akan menjadi kotor , dan jika ingin kembali ketempat asalnya Roh harus dibersihkan terlebih dahulu. Sama dengan yang lainnnya, ketika ingin membersihakan Roh manusia harus meninggalkan dunia dan mulai mendekatkan diri kepada Tuhan.
4. Dalam ajaran Budha dengan faham Nirwananya.untuk mencapai Nirwana orang harus meninggalakan dunia dan memasuki hidup berkontemplasi. Faham Nirwana ini hampir sama dengan faham Fana’.
5. Dalam ajaran Hinduisme yang juga mendorong manusia unutk meninggalkan kehidupan di dunia dan mendekati Tuhan unutk mencapai persatuan Atman dan Brahman .

E. Simpulan
Dari beberapa pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa mistis dalam agama islam disebut juga Sufi atau Sufisme, mereka beranggapan bahwa manusia bisa menjalin sebuah hubungan langsung dengan Tuhan, yang tidak boleh dianggap sebagai Dzat Penguasa Penuh Kuasa yang berjarak atas takdir-takdir manusia, tetapi sebagai Sahabat dan Kekasih Jiwa. Kaum mistikus memiliki hasrat mengenal Tuhan, sehingga mereka bisa mencintai-Nya, dan telah percaya bahwa jiwa dapat menerima: wahyu Tuhan, melalui sebuah pengalaman religius langsung – bukan melalui indera-indera atau kecerdasan – dan, dengan cara ini, memasuki keintiman dengan-Nya.
Tetapi kaum mistikus mengajarkan bahwa tak satu jiwa pun memiliki pengalaman langsung dengan Tuhan, kecuali dengan penjernihan dari dalam diri; pembersihan jiwa dari kecintaan pada diri sendiri dan dari hawa nafsu adalah bagian mendasar bagi mereka yang hendak mencapai Kebajikan dan Penglihatan Tuhan, demi kesempurnaan Kehidupan Abadi, yang mereka percaya dapat dicapai sekarang, adalah untuk melihat Tuhan dalam Dzat-Nya

DAFTAR PUSTAKA
http://dialognol.wordpress.com/2009/09/12/mistisisme-jalan-menuju-keharmonisan-ummat-beragama-1.
http://mukhtar-stain.blogspot.com/2008/03/pengertian-tasawuf.html
http://maulanusantara.wordpress.com/2009/07/03/sufisme-catatan-singkat-tentang-mistisisme-dalam-islam/.
Nasution Harun. Filsafat dan Mistisisme Islam. PT.Bulan Bintang. Cet.9. Jakarta:1995.
Setiawan,B.Ensiklopedia Nasional Indonesia.Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka, 1990.
ASKETISME
Oleh : Mohammad Thoriqul Huda
DEFINISI ASKETISME
Kata asketisme berasal dari kata benda Yunani a s k h s i V yang berarti latihan atau praktik . Kata ini biasanya dikenakan kepada para atlet yang berlatih secara sistematis untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan siap untuk bertanding. Selanjutnya, kata ini mulai dinilai secara filosofis, rohani, dan etis: latihan bukan hanya untuk fisik, tetapi juga untuk melatih kehendak, pikiran, dan jiwa untuk mencapai kehidupan rohani yang lebih tinggi., Carl Wellman mengatakan bahwa asketisme adalah ajaran yang mendorong setiap orang Kristen untuk berlatih menyangkal diri dan menyangkal keinginan dagingnya.
Asketisme dalam Kamus Besar Indonesia III bermakna paham yang mempraktekkan kesederhanaan, kejujuran dan kerelaan berkorban" .
Menurut Eddy Kristiyanto, askese ialah latihan yang ditempuh orang Kristen di bawah bimbingan Roh Kudus untuk memurnikan diri dari dosa, menguasai diri dan memurnikan sikap hati di hadapan Allah, serta menghilangkan berbagai penghalang untuk merasakan hadirat Tuhan. Askese yang benar dan sehat akan membuahkan perkembangan moral dan cinta akan Allah serta sama sekali tidak merugikan kedewasaan pribadi dan tanggung jawab akan keadilan sosial. Definisi ini diberikannya untuk menegaskan adanya kesalahpahaman banyak pihak dalam menilai asketisme, Anggapan keliru yang didasarkan pada beberapa praksis asketis di Timur ialah bahwa asketisme merupakan tindakan orang Kristen untuk melarikan diri dari kegiatan dan tanggung jawab di dunia dengan cara bertapa di tempat-tempat tersembunyi dan melakukan penyiksaan tubuh secara ekstrem.

SEJARAH ASKETISME
Asketisme pertama sekali dipakai di dalam filsafat Stoa. T.C. Hall menguraikan bahwa di hampir semua agama dan kebudayaan terdapat ide dan praksis asketis. Misalnya, dalam kebudayaan kuno, terdapat latihan-latihan untuk memasuki kehidupan pernikahan. Latihan-latihan diberikan supaya orang yang dilatih tersebut dapat menyesuaikan diri dengan keadaan baru. Latihan-latihan tersebut diberi nama askese. Di dalam kebudayaan dan agama India dan Persia, bentuk-bentuk asketisme telah lama diterima. Bahkan di India, ide dan praksis askese telah lama dikenal dan sangat luas diterapkan. Konsepsi dasar India tentang asketisme ialah keinginan melepaskan diri dari samsara, suatu lingkaran yang menguasai kehidupan manusia
Menurut Schaff, sistem askese adalah esensi dari Brahmanisme dan Buddhisme, dua cabang agama India yang dalam banyak hal berhubungan satu dengan yang lain, Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa asketisme model India adalah asketisme ekstrem yang memandang tubuh jahat dan harus dihancurkan.
Ide dan praksis puasa, penyesalan diri, penyiksaan diri, dan larangan seks yang terdapat dalam sebagian tradisi Yudaisme, tidak dapat disebut sebagai askese, karena hal itu mereka lakukan bukan sebagai latihan yang dilakukan secara sadar untuk mengendalikan tubuh dan jiwa, melainkan sebagai peraturan yang dilakukan dengan keterpaksaan. Ide dan praksis askese dalam kehidupan umat Israel timbul dalam perjumpaannya dengan agama Timur dan kebudayaan Yunani. Tokoh yang memadukan Yudaisme dengan kebudayaan Yunani ialah Philo dari Aleksandria. Philo memperkenalkan dualisme antara Tuhan dan dunia yang dijembatani oleh Logos. Dualisme tubuh dan roh dijembatani dengan hidup merenung, dan dengan itu roh akan dibebaskan dari tubuh dan naik ke tingkat ilahi. Philo juga melaporkan tentang kaum Eseni yang menunjukkan kehidupan askese, seperti tampak pada makanan dan pakaian Yohanes Pembaptis.
Kekristenan yang dipengaruhi oleh Philo dan Yudaisme mulai mengenal konsep dualisme. Di dalam konsep dualisme inilah mulai dikenal konsep menjauhi dunia dan asketisme berkarakter Timur. Di Mesirlah berkembang konsep menjauhi dunia. Di tempat ini berkembang praksis askese. Akan tetapi, tidak pula dapat dikatakan bahwa asketisme Kristen berasal dari Brahmanisme, Yudaisme, maupun Hellenisme. Oleh karena, asketisme merupakan sentimen keagamaan yang sering muncul pada periode-periode tertentu sebagai tanda keterasingan terhadap dunia ini. Jadi, meskipun terdapat kesamaan ide dan praksis dan interaksi antara asketisme non-Kristen dengan asketisme Kristen, tapi jelas tidak dapat dikatakan bahwa asketisme Kristen lahir dari asketisme non-Kristen.
Menurut F.D. Wellem, penyusun kerangka teoritis pertama asketisme ialah Clemens dari Aleksandria dan Origenes dari Aleksandria., Akan tetapi, Carl Wellman menilai bahwa dasar asketisme terletak pada teologi Athanasius, Gregorius dari Nyssa, Ambrosius, dan Augustinus., Pendapat ini pada prinsipnya tidak bertentangan, karena saling melengkapi satu dengan yang lain. Apa yang dirumuskan oleh Clemens dan Origenes disempurnakan oleh generasi berikutnya .
Dari penelusuran sejarah singkat di atas terlihat bahwa sebagian orang Kristen (terutama pada periode kebiaraan) terjebak pada pola hidup mencari penderitaan. Ada beberapa hal positif yang ditawarkan oleh penganut asketisisme. Tindakan mereka didorong oleh motivasi yang baik, yaitu hidup kudus/rohani dengan sempurna. Mereka menyadari betapa bahayanya semua kesenangan duniawi (1Yoh 2:16). Tindakan mereka bisa dikatakan sebagai protes terhadap dekadensi moral yang terjadi di kalangan kekristenan. Mereka mengikuti Allah tanpa memusingkan keuntungan jasmani yang akan mereka peroleh. Mereka siap menderita apapun demi Kristus. Apa yang mereka lakukan sangat kontras dengan para pengikut Teologi Kemakmuran .
TOKOH TOKOH ASKETISME
Untuk melengkapi pengenalan kita tentang asketisme, maka di bawah ini akan meninjau secara sepintas beberapa tokoh pendiri dan tokoh penting asketisme dan juga monastisisme, seperti Clemens dari Aleksandria, Origenes, dan Augustinus
Clemens dari Aleksandria (150—215) adalah seorang filsuf Kristen yang belajar dari seorang guru terkenal, Pantaenus di kelas katekisasi di Aleksandria. Ia bersifat moderat dalam segala sesuatu. Ia memandang manusia secara positif dan menolak dualisme Gnostik. Memang manusia harus melatih dirinya untuk menjadi sempurna, tetapi bukan menganiaya dan menghancurkannya. Ia menekankan perkawinan, membolehkan minum anggur yang membuat hidup senang, membolehkan kekayaan, dan tidak vegetarian. Baginya, Allah memberikan segala sesuatu untuk dinikmati. Akan tetapi, semua hal itu harus dijadikan sarana untuk memuliakan Allah.
Origenes dari Aleksandria (185—254) adalah seorang sarjana Alkitab yang istimewa dan seorang asketis. Karakternya berbeda dengan gurunya, Clemens. Ia seorang yang fanatik dan intoleran. Ia menerapkan prinsip askesenya secara harfiah dari Matius 19:12, suatu praksis selibat yang tidak asing di antara orang Kristen Aleksandria pada masa itu. Menurutnya, keperawanan adalah mulia, karena sesuai dengan tradisi rasuli. Perempuan lebih rendah daripada laki-laki, akan tetapi mereka bisa mendapatkan kebajikan bila mengabdikan hidup mereka kepada Tuhan.
Askese yang diterapkan oleh Origenes sangat keras. Ia secara radikal mengendalikan dirinya dari segala godaan hawa nafsu laki-laki. Ia menghindari kontak yang tidak perlu dengan perempuan, khususnya murid-muridnya di kelas katekisasi. Ia sangat serius bekerja, menghabiskan waktu malam dengan belajar Alkitab dan berdoa. Bila perlu tidur, ia melakukannya di atas lantai. Ia sering berpuasa, makan hanya sedikit makanan, berjalan tanpa alas kaki, dan banyak hal lain yang hampir menghancurkannya kesehatannya. Sewaktu mengajar di Kaisarea, ia hanya mengambil sangat sedikit gaji untuk pekerjaannya.
Augustinus (354—430) adalah seorang teolog gereja yang terbesar sepanjang masa. Di samping sebagai teolog, ia juga adalah seorang asket dan pemikir tentang asketisme. Augustinus bertobat dan menjadi Kristen setelah membaca Riwayat Hidup Antonius . Setelah itu, ia menghabiskan banyak waktunya dengan cara membiara. Meskipun pada tahap selanjutnya ia disibukkan dengan tugas-tugas kegerejaan, semangat asketisme dan pemikiran asketisme tetap dipertahankannya.
Di dalam bukunya yang berjudul Confessiones yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Pengakuan-Pengakuan, Augustinus memperlihatkan kerinduannya untuk hidup seturut dengan kehendak Allah. Oleh karena itu, ia dengan pertolongan Allah akan membersihkan dirinya dari berbagai godaan kedagingan. Ia menyebutkan beberapa godaan, seperti keinginan daging, godaan selera, kerakusan dan kemabukan, godaan penciuman, godaan pendengaran, godaan penglihatan, keangkuhan, pujian, dan gengsi. Untuk melawan semua itu, ia rajin berdoa dan berpuasa. Dasar dari semua praksis asketisnya ialah Sabda Tuhan yang dikutipnya, “Jangan menuruti keinginan-keinginanmu dan jauhkanlah dirimu dari nafsu-nafsumu.” “Kita tidak rugi apa-apa, kalau kita tidak makan dan kita tidak untung apa-apa kalau kita makan.”

RELEVANSI ANTARA ASKETISME DAN MISTISISIME
Menurut ensiklopedia nasional Indonesia, mistik adalah sutu proses yang bertujuan memenuhi keinginan atau hasrat manusia untuk mengalami dan merasakan bersatunya emosi dengan Tuhan atau kekuatan transenden .
Subtansi dari mistisisme dan asketisme adalah sama yanki ingin menyatukan emosi dan pikirannya dengan tuhan dengan meninggalkan semua kesenangan duniawi yang akan mengahmbat penyatuan tersebut, meskipun pada konsepnya berbeda, istilah asketisme munculnya lebih dahulu dari pada mistisis yang lebih terkenal pada zaman modern ini.
Istilah asketisme banyak digunakan oleh orang orang gereja pada awal kemunculan Kristen, dan orang orang beragama pada umunya, hanya saja pada waktu kemunculannya asketisme islam belum datang sehingga yang mengenal awal mula istilah dan konsep asketisme di dominasi oleh orang orang Kristen, hindu dan budha.

KESIMPULAN
Dari uraian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa arti asketisme adalah ajaran tentang pentingnya latihan-latihan rohani dengan cara mengendalikan tubuh dan jiwa, sehingga tercapai kebajikan-kebajikan rohani. Asketisme Kristen tidak menghancurkan tubuh, melainkan mengendalikannya. Tujuannya ialah menyatu dengan Kristus dan mendapatkan kemampuan untuk diabdikan bagi kemuliaan Tuhan dan kebaikan sesama umat manusia.
Jadi dalam pelaksanaanya para asketis bias memilih beberapa konsep asketisme sesuai dengan beberapa pemaparan tokoh di atas, asketisme yang berasal dari lingkup Kristen banyak digunakan oleh orang orang Kristen pada umumnya, seperti halnya sufisme yang lebih umum dan lebih dikenal dalam dunia islam dari pada istilah mistisisme.

DAFTAR PUSTAKA

- http: // www. tiranus. Net /2007/ asketisme .php.
- http://en.wikipedia.org/wiki/Asceticism.
- http://ennyway.blogspot.com/2008/07/asketisme.html.
- http://www.gkri- exodus.org.

- Setiawan,B.Ensiklopedia Nasional Indonesia.Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka, 1990.

Jumat, 08 April 2011

PT Duta Future International

FALSAFAH, VISI, MISI DAN MOTO

Falsafah

Kekeluargaan, Kebersamaan, Kerja Keras, dan Kerja Cerdas.


Visi

Menjadi perusahaan yang transparan, kuat, profesional, inovatif dan mensejahterakan semua yang terlibat didalamnya.


Misi

1. Membentuk SDM yang professional dan bertaqwa Kepada Tuhan YME

2. Mencerdaskan bangsa

3. Membentuk etos kewirausahaan kepada masyarakat

4. Membantu masyarakat untuk menemukan potensi peluang usaha

5. Mendorong pertumbuhan perekonomian Negara yang jujur dalam kebersamaan


Moto

Membangun jiwa enterpreneur dahsyat ( We Create Extraordinary People )


LEGALITAS PERUSAHAAN

Nama Perusahaan : PT. Duta Future International

Notaris : Hj. Imas Tarwiah Soedrajat, SH. MH.

SIUP : 510/2-0077-DISKUKM & PERINDAG/2008

TDP : 101115113715

NPWP : 02.789.009.4-423.000

Pengesahan Menteri Hukum & HAM RI Nomor : AHU-09853.AH.01.01. Tahun 2008


Kantor Admin

Surapati Core Blok J-7

Jl. PH Mustafa (Suci) no. 39 Bandung

Tel: 022-87241426, 022-73947316, 022-73947317, 022-73947319, Fax: 022-87241427
email: duta_future_int@yahoo.com

Sabtu, 02 April 2011

Pique Jauhkan Barca dari Madrid
Mohammad Resha Pratama - detiksport




AFP/Jose Jordan

Villarreal - Barcelona sukses menjauhkan jarak jadi delapan poin dari Real Madrid yang menguntit di posisi kedua. Itu berkat gol tunggal Gerard Pique yang membawa Azulgrana menang tipis 1-0 atas Villarreal.

Dalam laga yang dihelat di El Madrigal, Minggu (3/4/2011) dinihari WIB itu, Pique mencetak gol di babak kedua setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol di babak pertama.

Dengan raihan tiga poin ini, Barca kini punya 81 poin dari 30 laganya dan Madrid punya 73 poin. Dengan menyisakan delapan partai lagi, peluang Los Cules untuk jadi juara jelas lebih besar dari Madrid. Keduanya akan bertemu dalam El Clasico dua pekan lagi.

Untuk Villarreal kekalahan ini membuat mereka gagal menyamai perolehan angka Valencia yang duduk setingkat di atas mereka yaitu posisi ketiga. Poin 'Kapal Selam Kuning' 54 sementara El Che yang menang 4-2 atas Getafe punya 57 poin.

Jalannya pertandingan

Lima menit laga berjalan Villarreal sudah mengancam gawang Barca. Umpan tarik Santi Cazorla disambut tembakan Giuseppe Rossi yang masih tertahan kaki Victor Valdes.

Tujuh menit setelah Valdes kembali menggagalkan peluang Rossi mencetak gol setelah tembakan mendatarnya ditepis.

Babak pertama Villarreal lebih banyak menguasai jalannya pertandingan namun ketangguhan lini pertahanan Barca membuat mereka urung mencetak gol. Fase ini pun berakhir dengan skor kacamata.

Masuk di babak kedua tepatnya di menit ke-49 aksi individu Ibrahim Afellay melewati beberapa pemain tuan rumah diakhiri umpan ke Javier Mascherano. Kemudian ia menyodorkan bola ke Villa yang lantas mengeksekusi bola tersebut namun masih melebar dari sasaran.

Pique! Barca akhirnya mampu memecah kebuntuan di menit ke-67. Dari situasi sepak pojok bola mengarah ke Sergio Busquets yang menyundul bola ke arah Pique di depan gawang. Lolos dari jebakan offside, Pique pun menyepak bola ke pojok atas gawang Diego Lopez.

Pada menit ke-82 Lionel Messi menciptakan bahaya di gawang Villarreal dengan sepakannya yang mengarah ke pojok kanan atas, namun dengan sigap Lopez menepisnya,

Valdes kembali menggagalkan pemain tuan rumah menciptakan gol penyama kedudukan. Borja Varello melepaskan crossing yang ditanduk Nilmar dan bola mengarah ke Cazorla yang langsung menyepaknya dari dekat namun kaki Valdes masih bisa mencegahnya.

Susunan pemain

Villarreal: Lopez, Mario, Musacchio, Rodriguez, Marchena (Cani 70'), Borja, Bruno, Catala, Cazorla, Rossi, Ruben (Nilmar 57')

Barcelona: Valdes, Alves, Adriano, Busquets; Pique, Mascherano, Thiago, Keita (Messi 53'), Affellay (Jonathan 84'), Iniesta, Villa (Bojan 71')
Budidaya
Budidaya Tanaman Jeruk di Lahan Pasang Surut

Keuntungan yang sangat besar dari pertanaman jeruk menjadikannya daya tarik untuk mengusahakannya walaupun selalu dibayangi oleh resiko kematian tanaman karena hama dan penyakit serta kualitas buah jeruk yang belum optimal yaitu rasa yang masam maupun ukuran yang belum seragam.

Oleh karena itu perlu adanya penguasaan dan penerapan teknologi budidaya jeruk secara utuh dan menyeluruh dalam hal pemeliharaan khususnya pemupukan, pengendalian OPT dan pemangkasan sehingga tingkat produksi dan produktivitas tanaman menjadi lebih maksimal.

Untuk meningkatkan kualitas buah jeruk agar rasa menjadi lebih manis dan segar dengan buah berukuran seragam diperlukan pemupukan secara tepat waktu dan tepat dosis, di samping melakukan penjarangan buah.

Cara untuk mempersiapkan penanaman jeruk di lahan pasang surut Kab. Barito Kuala Kalsel menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Barito Kuala Ir. Zulpikar Yadi Noor, Msc:

Penyiapan Lahan - Kegiatan ini berupa pembersihan lahan dari semak, belukar, gulam serta tunggul kayu; Pengukuran jarak tanam 5 x 10 m dan diberi tanda dengan ajir; Buat sorjan ukuran 1,5 m x 1 m x 0,7 m; Buat tukungan 1 m x 1 m x 0,2 m; Buat lubang tanam di tukungan dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 20 cm; Biarkan lubang tanam selama 2 minggu; Tanah dari lubang tanam dibagi 2 untuk lapisan atas diletakkan pada sisi kanan lubang tanam dan untuk lapisan bawah di sebelah kirinya.

Pupuk Dasar dan Pengapuran - Campurkan pupuk organik/kandang dan kapur dengan perbandingan 1:1; Aduk 20 kg campuran tersebut dengan tanah pada lubang tanam; Hasil campuran dibagi dua, satu bagian untuk tanah lapisan atas dan satu bagian lagi untuk tanah lapisan bawah; Biarkan campuran selama 2 minggu.
Mudahnya Bertanam Cabe dalam Pot

Fluktuasi harga cabe menjadi keluhan masyarakat terutama bagi ibu rumah tangga.

“Keluhan terhadap harga cabe yang tidak tentu ini bisa diatasi dengan penanaman cabe di halaman rumah atau budidaya secara pot,” kata Eki Setyarini SP, Konsultan Pertanaman dan Kepala Toko Pertanian Cabang Pasar Rebo, Jakarta.

Eki yang juga sarjana pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta ini mengatakan, sebelum melakukan budidaya, ada baiknya dipersiapkan terlebih dahulu bibit tanaman dan media tanamnya. Benih yang digunakan tergantung dari selera dan kepentingan masing-masing dari penanamnya.

Benih cabe terdiri dari dua jenis yaitu cabe besar dan cabe kecil. Cabe besar terdiri dari cabe keriting, hero, hot beauty, cabe dieng, paprika dan cabe besar lainnya. Sedangkan yang kecil adalah cabe rawit. Dibandingkan dengan cabe besar yang hidup semusim, cabe rawit justru dapat hidup selama 3 tahun jika dirawat dengan baik.

Budidaya Cabe dalam Pot
Eki mengatakan, sebelum melakukan penanaman, maka langkah pertama yang perlu dilakukan adalah penyiapan benih. Hal yang paling mudah mendapatkan benih adalah dengan membelinya di toko-toko pertanian.

Benih yang tersedia di toko pertanian banyak jenis dan mereknya, ada benih cabe hibrida impor atau benih produksi dalam negeri. Dalam satu bungkus benih terdapat 1.000 butir benih, untuk keperluan penanaman skala pot atau rumah tangga pada umumnya hanya digunakan beberapa puluh saja, sisanya disimpan di wadah yang bersih dan kering.
Pasca Panen
MENGOLAH RAJUNGAN, MERAUP KEUNTUNGAN

Oleh: M. Issac Maulana
Mungkin Anda kurang percaya bahwa mengolah rajungan memberi keuntungan sebesar Rp 375.000/hari. Mana mungkin?

Dulu kepiting rajungan (portunus pelagieus) jenis hewan laut berkulit keras ini dianggap hama oleh nelayan ikan. Harganya murah dan pasarnya terbatas, hanya untuk konsumen lokal, hewan ini juga seringkali merusak jaring nelayan. Namun setelah daging rajungan menembus pasar ekspor ke berbagai Negara seperti Amerika, Australia dan Jepang, menjadikan rajungan sebagai komoditas yang bernilai ekonomis tinggi.

Banyak nelayan ikan beralih menjadi nelayan rajungan. Harga rajungan yang dulunya hanya Rp. 5.000 per kilogram, melonjak hingga 4 sampai 5 kali lipat menjadi Rp. 20.000 sampai dengan Rp. 25.000 per kg. Industri pengolahan rajungan sebagai pemasok daging rajungan ke perusahaan pengalengan (eksportir) tumbuh subur di wilayah pesisir. Oleh eksportir, daging rajungan hasil olahan dihargai Rp 110.000 - 115.000 per kg.

Cara Mengolah
Mengolah rajungan adalah memisahkan seluruh bagian daging rajungan dari cangkangnya. Dimulai dengan menyeleksi bahan baku rajungan (raw meterial) yang akan diolah yaitu dengan memisahkan rajungan yang baik dan tidak baik. Rajungan yang baik dicirikan dengan ukuran 6-7 cm diukur dari lebar cangkang, tidak mengalami pergantian cangkang (cangkang lunak) dan rajungan masih dalam keadaan hidup. Kalaupun dalam keadaan mati, sendi capitnya masih kaku dan mulutnya masih mengeluarkan busa.

Setelah dilakukan pemisahan bahan baku, selanjutnya dicuci dengan menggunakan air tawar kemudian dikukus dengan menggunakan dandang khusus. Pengukusan dilakukan dengan cara mendidihkan air setinggi 6 cm dari dasar dandang, setelah air mendidih tutup dandang dibuka untuk mengurangi uap air, kemudian rajungan dimasukkan ke dalamnya dan dandang ditutup. Lama pengukusan untuk rajungan seberat 25-35 kg adalah ± 30 menit dan lama pengukusan kurang lebih 15-25 menit untuk rajungan seberat 15-25 kg. Setelah rajungan matang dilakukan pendinginan dengan menggunakan kipas selama 1-2 jam. Setelah dingin, rajungan matang (rawcook) siap untuk dikupas (picking).

Pengupasan (picking) dilakukan dengan cara memisahkan capit dan kaki renang kemudian buka cangkang atas rajungan dan bersihkan lemak serta telur yang mungkin ada. Belah rajungan yang sudah dibersihkan secara membujur menjadi dua bagian. Kupas bagian jumbo yang merupakan pangkal dari capit secara hati-hati agar tidak pecah. Kupas pangkal kaki renang secara hati-hati untuk memperoleh daging backfin.

Serpihan daging yang lebih kecil menjadi daging spesial. Untuk bagian capit bagian atas, shell bagian dalam dibiarkan utuh dan jumbainya dibuang dan kaki renang dikupas tersendiri dan menjadi daging leg meat. Masing-masing jenis daging ditempatkan di dalam toples/plastik setelah sebelumnya dilakukan penyortiran terhadap shell serta mutu daging yang kurang baik. Toples dan plastik yang berisi daging diberi label sesuai dengan nama jenis daging, tanggal produksi dan jenis daging kemudian ditempatkan ke dalam styrofoam atau blung yang berisi hancuran es untuk selanjutnya dikirim ke pabrik pengalengan rajungan.