Selasa, 29 Maret 2011

AJARAN – AJARAN POKOK KEYAKINAN DALAM HINDUISME (KARMA,PUNARBHAWA,MOKSHA)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
kitab sruti dan smerti adalah kitab-kitab mengenai berbagai cabang ilmu pengatahuan. Seumpama astronomi, ketabiban, logika, matematika, bahasa, dan lainnya. dan kitab suci veda bermakna pengetahuan (knowledge).
kitab veda itu pada mulanya bukan merupakan himpunan tertulis tetapi berabad-abad lamanya merupakan ajaran-ajaran yang terpandang suci, bersifat nyanyian keagamaan, diwariskan turun temurun secara hafalan diluar kepala (oral veda) penyusunannya menjadi himpunan tertulis itu terjadi lebih kurang pada abad kelima sebelum masehi.

B. rumusan masalah
1. Apa pengertian kitab-kitab suci sruti dan smerti?
2. apa tujuan kitab-kitab suci sruti dan smerti?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami pengertian kitab-kitab suci sruti dan smerti.
2. Untuk mengetahui dan memahami tujuan kitab-kitab suci sruti dan smerti.




BAB II
PEMBAHASAN

Ajaran-ajaran pokok keyakinan dalam Hinduisme:

A. Ajaran tentang karma.
Karma menurut bahasa artinya perbuatan, Sedangkan menurut istilah karma adalah bukan saja perbuatan, tetapi juga hasil dari perbuatan, sesungguhnya akibat dari perbuatan bukanlah sesuatu yang terpisah dari perbuatan itu sendiri. Setiap perbuatan pasti mempunyai akibat atau hasil dari perbuatannya,hal inilah yang di sebut dengan hukum karma. Hukum karma ini sesungguhnya sangat berpengaruh terhadap baik buruknya segala mahluk sesuai dengan perbuatan baik dan perbuatan buruknya yang dilakukan semasa hidup. Hukum karma dapat menentukan seseorang itu hidup bahagia atau menderita lahir bathin. Jadi setiap orang berbuat baik (subha karma), pasti akan menerima hasil dari perbuatan baiknya itu. Demikian pula sebaliknya, setiap yang berbuat buruk, maka keburukan itu sendiri tidak bisa terelakkan dan pasti akan diterima.
Macam-macam karma :
1.Sancita Karma :
Hasil perbuatan dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita yang sekarang.

2.Prarabda Karma :
Hasil perbuatan pada kehidupan ini tanpa ada sisanya lagi,karena sudah dinikmati pada kehidupan masa lalu.
3.Kriyamana/Agami Karma :
Hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat, sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang.
B. Ajaran tentang Punarbhawa.

Punarbhawa adalah ajaran tentang keyakinan bahwa manusia akan mengalami Reinkarnasi. Dalam ajaran Punarbhawa, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu. Apabila manusia tidak sempat menikmati hasil perbuatannya seumur hidup, maka mereka diberi kesempatan untuk menikmatinya pada kehidupan selanjutnya. Maka dari itu, munculah proses reinkarnasi yang bertujuan agar jiwa dapat menikmati hasil perbuatannya (baik atau buruk) yang belum sempat dinikmati. Proses reinkarnasi diakhiri apabila seseorang mencapai kesadaran tertinggi (Moksa). dengan keyakinan dengan adanya Punarbhawa ini maka orang harus sadar, bahwa bagaimana kelahirannya tergantung dari karma wasananya. Kalau ia membawa karma yang baik, lahirlah ia menjadi orang berbahagia, berbadan sehat dan berhasil cita-citanya. Sebaliknya bila orang membawa karma yang buruk, ia akan lahir menjadi orang yang menderita. Oleh karena itu kelahiran kembali ini adalah kesempatan untuk memperbaiki diri untuk meningkat ke taraf yang lebih tinggi.

C. Ajaran tentang moksa.
Moksa adalah suatu proses penyatuan diri manusia dengan (Brahma) yang dimana diri manusia ingin mencapai kesempurnaan. Sedangkan menurut pengertian yang lain Moksa adalalah suatu keadaan dimana jiwa sudah merasa sangat tenang dan menikmati bahagiaan dan tidak lagi terbelenggu oleh nafsu dan semua yang bersifat duniawi. Mencapai Moksa.
Untuk mencapai moksa seseorang harus mempunyai persyaratan-persyaratan tertentu sehingga proses mencapai moksa dapat berjalan sesuai dengan norma-norma ajaran agama Hindu. Dalam mencapai Moksa dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
1. Dharma.
Dalam ajaran agama Hindu yang terdapat dalam Catur Parusanta dijelaskan bahwa tujuan dari kehidupan adalah bagaimana untuk menegakkan Dharma, setiap tindakan harus berdasarkan kebenaran tidak ada dharma yang lebih tinggi dari kebenaran. Dalam Bagawad Gita disebutkan bahwa Dharma dan Kebenaran adalah nafas kehidupan. Krisna dalam wejangannya kepada Arjuna mengatakan bahwa dimana ada Dharma, disana ada Kebajikan dan Kesucian, dimana Kewajiban dan Kebenaran dipatuhi disana ada kemenangan. Orang yang melindungi dharma akan dilindungi oleh dharma maka selalu tempuhlah kehidupan yang suci dan terhormat.



2. Pendekatan kepada Yang Widhi Wasa
Untuk mendekatkan diri kehadapan Yang Widhi Wasa ada beberapa cara yang dilakukan Umat Hindu yaitu cara Darana (menetapkan cipta), Dhyana (memusatkan cipta), dan Semadi (mengheningkan cipta). Dengan melakukan latihan rochani , terutama dengan penyelidikan bathin, akan dapat menyadari kesatuan dan menikmati sifat Tuhan yang selalu ada dalam diri kita. Apabila sifat2 Tuhan sudah melekat dalam diri kita maka kita sudah dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa sehingga segala permohonan kita akan dikabulkan dan kita selalu dapat perlindungan dan keselamatan.
3. Kesucian.
Untuk memperoleh pengetahuan suci, dan menghayati Yang Wasa dalam keberagaman dinyatakan dalam doa Upanishad yang termasyur : Asatoma Satgamaya, Tamasoma Jyothir Gamaya, Mrityorma Amritan Gamaya yang artinya, Tuntunanlah kami dari yang palsu ke yang sejati, tuntunlah kami dari yang gelap ke yang terang, tuntunlah kami dari kematian ke kekekalan.
Ciri2 orang yang telah mencapai jiwatman mukti adalah.
1. Selalu mendapat ketenangan lahir maupun bathin.
2. Tidak terpengaruh dengan suasana suka maupun duka.
3. Tidak terikat dengan keduniawian.
4. Tidak mementingkan diri sendiri, selalu mementingkan orang lain (masyarakat banyak).




















BAB III
KESIMPULAN
A. Ajaran tentang karma.
Karma menurut bahasa artinya perbuatan, Sedangkan menurut istilah karma adalah bukan saja perbuatan, tetapi juga hasil dari perbuatan, sesungguhnya akibat dari perbuatan bukanlah sesuatu yang terpisah dari perbuatan itu sendiri.
Macam-macam karma:
1. sancita karma
2. prarabdha karma
3. agami karma.
B. Ajaran tentang Punarbhawa.
Punarbhawa adalah ajaran tentang keyakinan bahwa manusia akan mengalami Reinkarnasi. Dalam ajaran Punarbhawa, reinkarnasi terjadi karena jiwa harus menanggung hasil perbuatan pada kehidupannya yang terdahulu.

D. Ajaran tentang moksa.
Moksa adalah suatu proses penyatuan diri manusia dengan (Brahma) yang dimana diri manusia ingin mencapai kesempurnaan. Sedangkan menurut pengertian yang lain Moksa adalalah suatu keadaan dimana jiwa sudah merasa sangat tenang dan menikmati bahagiaan dan tidak lagi terbelenggu oleh nafsu dan semua yang bersifat duniawi. Mencapai Moksa.
Cara mencapai moksa:
1. Dharma
2. Pendekatan kepada Yang Widhi Wasa
3. Kesucian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar